Yang perlu dipahami terlebih dahulu
Disk penuh dapat membuat database gagal menulis, upload berhenti, dan service tidak dapat dimulai. Selain kapasitas byte, filesystem juga bisa kehabisan inode akibat sangat banyak file kecil.
Jangan memakai perintah penghapusan massal tanpa inventaris. Temukan direktori yang berkembang, identifikasi pemilik data, dan siapkan cadangan sebelum mengubah isi yang berhubungan dengan aplikasi.
Periksa filesystem dan inode
Gunakan df untuk melihat partisi mana yang penuh. Periksa pula inode. Ruang pada satu mount tidak otomatis membantu mount lain, dan kondisi filesystem perlu dibedakan dari batas kuota pengguna.
df -hT
df -i
du -xhd1 /var 2>/dev/null
journalctl --disk-usageCari sumber pertumbuhan yang wajar
Log tanpa rotasi, upload, cache build, dump database, dan image container lama sering bertambah. Pastikan berkas tidak sedang digunakan dan pahami retensinya. Menghapus file log terbuka belum tentu langsung mengembalikan ruang sampai proses melepas file tersebut.
Atur retensi dan rencana kapasitas
Terapkan log rotation, pindahkan backup jangka panjang ke storage terpisah, dan tetapkan alert sebelum disk kritis. Jika data bisnis memang bertumbuh, rencanakan ekspansi sesuai prosedur disk serta filesystem yang digunakan.

Periksa sebelum diterapkan
- Periksa byte dan inode.
- Identifikasi direktori yang tumbuh.
- Backup sebelum menghapus data aplikasi.
Perintah di atas untuk pemeriksaan. Hindari rm massal, truncate database, atau penghapusan volume Docker tanpa verifikasi isi dan cadangan.
Pertanyaan tentang Disk VPS Penuh: Periksa Ruang, Inode, dan Log
Mengapa disk penuh padahal file besar tidak banyak?
Mungkin inode habis, data berada pada mount lain, kuota aktif, atau file terhapus masih dibuka proses. Periksa lapisan tersebut satu per satu.
Apakah menambah disk langsung menyelesaikan masalah?
Menambah kapasitas membantu kebutuhan data, tetapi log tanpa retensi atau kebocoran file akan terus menghabiskannya.
Perlu memastikan kebutuhan Anda?
Tanyakan kepada tim