Yang perlu dipahami terlebih dahulu
Docker Compose menyimpan hubungan antar-service dalam konfigurasi yang dapat dikelola bersama proyek. Pada VPS, ini berguna untuk stack kecil dengan aplikasi, database, serta worker yang saling terhubung.
File Compose bukan jaminan seluruh deployment aman. Image, secret, volume, port, dan kebutuhan sumber daya tetap harus ditinjau sesuai aplikasi.
Definisikan versi dan jaringan
Pakai image dari sumber yang dapat dipercaya dan tag versi yang jelas. Pisahkan jaringan internal untuk database serta service yang tidak memerlukan publikasi port. Baca kebutuhan port aplikasi dan jangan membuka semua service ke internet.
Tempatkan data serta secret dengan benar
Volume atau bind mount diperlukan untuk data yang bertahan setelah container diganti. Simpan secret di luar repository publik dan periksa izin berkas. Jangan menganggap environment tersimpan aman jika ikut tercetak dalam log pemeriksaan.
Periksa sebelum deployment
Validasi sintaks tanpa membagikan keluaran yang mengandung secret. Setelah service dijalankan menurut prosedur aplikasi, periksa status, log terbatas, dan health check. Pastikan layanan pulih sesudah reboot dan rollback ke image sebelumnya memungkinkan.
docker compose config --quiet
docker compose ps
docker compose logs --tail=50
Periksa sebelum diterapkan
- Simpan data pada volume persisten.
- Batasi port dan sumber daya.
- Uji restart serta rollback.
Jalankan perintah dari direktori proyek yang benar. Log bisa berisi informasi sensitif; jangan mempublikasikannya tanpa penyuntingan.
Pertanyaan tentang Persiapan Deploy Docker Compose di VPS
Apakah docker compose down menghapus semua data?
Perilakunya bergantung opsi serta tipe penyimpanan. Opsi yang menghapus volume dapat menghilangkan data; pahami setiap perintah sebelum menjalankan.
Apakah memakai tag latest aman untuk produksi?
Tag tersebut dapat berubah. Versi yang dipilih dan diuji mempermudah reproduksi serta rollback.
Perlu memastikan kebutuhan Anda?
Tanyakan kepada tim