Yang perlu dipahami terlebih dahulu
Deployment Laravel tidak hanya membuat halaman depan merespons. Worker, scheduler, database, file upload, dan konfigurasi environment merupakan bagian aplikasi yang harus tetap berjalan setelah rilis diganti.
Ikuti dokumentasi versi Laravel proyek. Perintah maupun dukungan PHP dapat berubah antar-rilis, sehingga salinan tutorial lama tidak selalu sesuai.
Siapkan runtime dan jalur publik
Cocokkan PHP serta ekstensi dengan composer.lock dan persyaratan framework. Web server harus menyajikan direktori public, bukan akar proyek. Pastikan .env, .git, dan berkas rahasia lain tidak dapat diakses publik.
Rencanakan migrasi dan file persisten
Backup database sebelum perubahan skema. Pisahkan storage upload dari direktori rilis yang diganti. Simpan APP_KEY yang diperlukan dan jangan menggantinya sembarangan pada aplikasi yang sudah menyimpan data terenkripsi.
Pastikan queue dan scheduler ikut sehat
Worker yang berjalan lama perlu restart sesuai mekanisme framework setelah deployment. Scheduler harus terpasang dan dapat dicatat hasilnya. Uji pekerjaan gagal, retry, serta idempotensi agar gangguan tidak menggandakan efek bisnis.
php --version
php artisan --version
php artisan schedule:list
Periksa sebelum diterapkan
- Arahkan document root ke public.
- Backup database serta APP_KEY.
- Uji queue dan scheduler setelah rilis.
Perintah artisan dapat memuat konfigurasi aplikasi. Gunakan environment yang benar dan jangan menjalankan migrasi produksi tanpa cadangan serta rencana.
Pertanyaan tentang Checklist Deploy Laravel di VPS
Bolehkah mengaktifkan debug di produksi?
Tidak disarankan. Halaman debug dapat membocorkan konfigurasi dan informasi sensitif. Gunakan logging yang aman untuk diagnosis.
Apakah deploy selesai jika homepage terbuka?
Belum. Uji login, koneksi database, upload, worker, scheduler, dan fungsi penting yang sesuai aplikasi.
Perlu memastikan kebutuhan Anda?
Tanyakan kepada tim